Kisah Ken Arok
Saat pelajaran sejarah, Ibu Guru menceritakan asal mula berdirinya Kerajaan Singasari. Menurut beliau, Ken Arok (yang menjadi Raja Singasari pertama) berambisi menjadi Akuwu Tumapel setelah melihat betis Ken Dedes, istri Akuwu Tunggul Ametung. Setelah melihat betis itu, dia bertanya kepada gurunya. Menurut gurunya, Pendeta Loh Gawe, penglihatan Ken Arok tersebut merupakan firasat bahwa dia akan menjadi raja besar di Tanah Jawa.
Saat Bu Guru tengah menerangkan, Unang, salah satu murid paling nakal di kelas, mengacungkan tangan dan mengemukakan pendapatnya, "Bu Guru…. saya tidak percaya kalau Ken Arok hanya melihat betis Ken Dedes. Pastinya, lebih ke atas lagi, lagi, dan lagiiiiiii……"
Murid-murid: Gerrrrr………
Bu Guru Sejarah: Unang keluar kamu!
Homo Soloensis
Guru sejarah sedang memberi pertanyaan kepada murid-muridnya.
Guru: Coba kamu Tono, apa artinya Pithecantropus Erectus Javanicus
Tono: Manusia kera yang berdiri tegak berasal dari Jawa
Guru: Bagus. Kalau Homo Saphien apa, Ujang?
Ujang: Manusia berpikir, Pak Guru.
Guru: Tepat. Sekarang apakah Homo Soloensis itu, Andi?
Andi: Cowok homo yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, Bu.
Guru & murid-murid: ?!@%&**??#
Gegar Otak
Suatu hari seorang politikus dari Partai Maksiat Pembaruan (PMP) yang sedang naik ojek mengalami kecelakaan fatal. Tulang iganya patah! Tumit terkilir! Serta tulang dengkulnya bergeser dengan bagian luar luka parah. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Harapan Bangsat, korban bertanya kepada dokter.
Politikus: Bagaimana keadaan saya, Dokter?
Dokter: Maaf, Pak. Kalau dilihat dari kondisi dengkul Bapak, Bapak mengalami gegar otak!
Oleh : Saumiman Saud
18-Nov-2006, 07:13:43 WIB - [www.kabarindonesia.com]
KENAPA PAKAI MASKER?
Seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah, mengapa dokter selalu menggunakan masker ketika mereka melakukan operasi?” Ayahnya menjawab, “Oohhh … supaya kalau mereka melakukan kesalahan dalam operasi itu, wajah mereka tidak dapat dikenali!”
NOMOR 54
Seorang gadis lugu baru pertama kali mengunjungi kota Washington , DC . Dia sangat ingin mengunjungi sebuah tempat di kota itu. Karena tidak tahu arah yang pasti, dia lalu menanyakannya kepada seorang polisi yang ada di dekatnya. “Permisi Pak,” kata gadis itu, “Saya mau pergi ke ‘Capitol Building’, bagaimana caranya ya?” Dengan ramah polisi itu berkata, “Anda tunggu saja disini dan tunggulah bis nomor 54 dan bis itu akan membawa Anda langsung sampai ke ‘Capitol Building’.”
Gadis itu langsung mengucapkan terima kasih kepada si polisi dan polisi itu pergi.
Tiga jam kemudian si polisi kembali lagi ke posnya dan mendapati bahwa si gadis masih berdiri di tempat yang sama. Si polisi langsung menghampiri gadis tersebut dan berkata, “Permisi Nona, tapi untuk bisa pergi ke ‘ Capitol Building ‘ Anda harus naik bis nomor 54. Aku sudah mengatakannya tiga jam yang lalu bukan? Kenapa Anda masih menunggu di sini?” Dengan lugunya sang gadis menjawab, “Nggak usah khawatir Pak, nggak lama lagi kok … barusan bis yang ke 45 sudah lewat kok, jadi masih kurang 9 bis lagi!”
MENYIMPAN UANG
Seorang dokter baru saja menyelesaikan pemeriksaannya terhadap seorang pasien. Setelah selesai, sang dokter meminta pasien tersebut untuk masuk ke dalam kantornya.
“Silahkan duduk, Pak Calvin. Setelah melihat hasil pemeriksaan tadi, saya menyarankan agar Bapak dioperasi sesegera mungkin.”
Pak Calvin berpikir sejenak lalu kemudian bertanya, “Sejauh mana operasi ini mempengaruhi hobi saya, Dokter?”
“Apa sih hobi Anda?” tanya sang dokter.
“Menyimpan uang!”
MEMBERSIHKAN KULKAS
Pada suatu sore seorang nyonya pulang ke rumahnya dan bertanya kepada pembantu barunya, “Apa kamu sudah membersihkan kulkas?”
“Sudah, Bu, dan semuanya lezat sekali,” jawab pembantu baru itu.
SEMBUH SELAMANYA
Seorang pria menderita batuk yang sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Dia sudah mencoba untuk memeriksakan diri ke banyak dokter namun hasilnya nihil. Akhirnya, ia tahu seorang dokter spesialis yang memberinya suatu ramuan khusus. Keesokan harinya pria itu meninggal. Keluarganya yang shock memanggil dokter itu untuk meminta penjelasan.
“Baiklah, setidaknya sekarang ia sudah tidak batuk lagi!” jawab dokter itu.
MENJAGA ADIK
Seorang anak laki-laki yang tinggal di sebuah desa, ditugasi orangtuanya yang sedang pergi ke kota, untuk menjaga adiknya yang masih berusia 3 tahun.
Untuk mengusir kesepian, anak laki-laki itu memutuskan untuk pergi memancing di sungai dekat rumahnya. Dia juga mengajak adiknya.
“Pokoknya aku tidak mau lagi menjaga adik!!” kata anak laki-laki itu pada mamanya ketika sudah kembali ke rumah. “Aku nggak bisa membawa pulang satu ikan pun!”
“Oh, lain kali mama janji dan yakin kalau adikmu akan tenang dan tidak akan berteriak menakut-nakuti ikan yang akan kau pancing, Sayang.” jawab mamanya sambil tersenyum.
Masih dengan nada kesal si anak laki-laki berkata, “Bukan itu masalahnya, Ma! Adik memakan habis semua umpan yang kubawa!!”
MENGGANDENG
Di suatu acara pernikahan di gereja, David bertanya kepada ayahnya, “Ayah, mengapa kalau ada acara pernikahan pengantin wanita selalu menggandeng lengan pengantin pria?”
Ayahnya menjawab, “Nak, itu untuk meyakinkan agar pengantin pria tidak melarikan diri.”
MONSTER
Seorang pria mengunjungi seorang psikiater untuk membicarakan mimpinya. “Setiap malam,” kata pria tersebut, “Saya selalu mimpi ada tiga monster yang sangat ganas duduk di sisi tempat tidurku, dan siap untuk menyerang aku.”
“Hmmm,” komentar si psikiater tersebut. “Aku sangat yakin dapat menyelesaikan masalah Anda tersebut. Tapi pengobatan ini akan menghabiskan biaya kira-kira 2 sampai 3 juta rupiah.”
“Tiga juta rupiah!!” pria itu terkejut. “Kalau begitu, ya udah dehh, nggak usah dipikirin lagilah monster-monster itu. Aku pikir aku akan pulang saja ke rumah dan mencoba untuk menjadi teman monster-monster itu.”
(Diambil dari website SABDA)
Sepatoe Boeaya
Seorang perempuan ingin memiliki sebuah sepatu dari kulit buaya.
Diapun pergi ke toko sepatu dan kecewa karena mahalnya.
“Mahal amat sih,” tanya si perempuan.
“Kalau ingin murah ya menangkap buaya sendiri saja sana”, ketus si
pemilik toko.
Terinspirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke
sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api.
Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum melihat
tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.
Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan
senjatanya ke seekor buaya lainnya.
Suara tembakan terdengar, kemudian si perempuan menyeret buaya ke-empat
ke pinggir sungai dan kemudian menyumpah,
“Sialan..!! Yang ini juga nggak pakai sep! atu..!.”
Salam Perkenalan
Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya di sekolah dasar untuk
memupuk rasa percaya diri mereka.
Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus
mengungkapkan cita-cita mereka.
Doddi berdiri dan berkata,
“Nama saya Dodi. Kalau besar nanti saya ingin menjadi pilot, jadi saya
bisa pergi ke Amerika, Eropa, Australia dan sebagainya”,
“Bagus sekali Dodi. Terimakasih. Siapa lagi?”, tanya Bu Guru.
Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata,
“Nama saya Shanti. Kalau besar nanti, Shanti ingin jadi ibu rumah tangga
dan punya anak yang manis.”
“Bagus. Jadi ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa
lagi?”.
Si Zaenal berdiri dan berkata,
“Saya Zaenal, nanti kalau sudah besar saya akan membantu Shanti mencapai
cita-citanya…..”.
Tragedi Buah Apel
Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama ! masuk
sekolah.
Di atas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil
membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid:
“Gambar apa ini ?”
Tak ayal para murid secara serentak berseru: “Pantat!”
Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah
berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya.
Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa
menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu
dengan emosi ia memarahi semua murid:
“Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang
kalian lakukan terhadapnya ?!”
Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala
sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika
melihat apa yang tergambar di papan tulis:
“Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan
tulis!”
Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan.
Sulit untuk Dijelaskan
Seorang petani sedang duduk terpekur di teras rumahnya ketika
tetangganya lewat dan bertanya apa yang membuatnya kelihatan suntuk.
“Aku baru mengalami sesuatu yang sulit untuk dijelaskan,” kata si
petani.
“Cobalah untuk menceritakannya dari awal, barangkali aku bisa membantu,”
kata tetangganya.
“Tadi aku kan lagi memerah susu sapiku. Nggak seperti biasanya, kali ini
dia agak rewel. Begitu ember hambir penuh, tiba-tiba saja kaki kiri
sapiku menendangnya dan tumpah. Jadi aku ikat kakinya ke tiang.”
“Lalu,” tanya tetangganya.
“Aku mulai lagi memerah, tapi kemudian ditendang lagi pakai kaki kanan.
Aku ikat kaki kanan sapiku ke tiang satunya. Eee.. begitu aku mulai
memerah lagi ekornya mengibas-kiba! s ke kepalaku. Karena sudah nggak ada
tali lagi, aku buka sabuk ce lanaku untuk mengikat ekor sapiku.”
“Lalu?,” tanya si tetangga.
“Begitu sabuk aku lepas, celanaku melorot. Dan saat itulah istriku masuk
ke kandang.”
Diperkosa Kemarin Malam
Suatu hari seorang WTS sedang pergi berbelanja di suatu mall.
Saat dia ingin membayar, tiba-tiba si kasir berkata:
Kasir: “Maaf mbak! Uang anda ini palsu…”
Pelacur: “Hah… Masa sih??? Coba saya lihat!!! Sialan!!! Berarti
kemarin malam saya telah diperkosa!!!”
Bahasa Asing
Nenek tikus pergi jalan-jalan membawa kedua cucu tikusnya. Tiba-tiba ia
melihat seekor kucing sedang berjalan menghampirinya.
Dengan cepat ia menarik kedua cucunya dan bersembunyi di balik
rumput-rumputan yang tebal.
Sang kucing tidak melihat mereka dan tetap melangkah ke arah
persembunyian mereka.
Dengan kerasnya si nenek tikus berteriak, “Guk,,,, guk,,,, guk,,,,” sang
kucing berhenti sejenak untuk mendengarkan.
Kembali si nenek tikus berteriak,”guk,,, ! guk,,, guk,,, GUK,,,,!!!!!!”
Sang kucing akhirnya perlahan-lahan berjalan menjauhi tempat
persembunyian mereka.
Dengan bangganya sang nenek tikus berkata kepada kedua cucunya,
“Kalian lihat cucu-cucuku,,, adalah sangat berguna jika kita bisa
menguasai bahasa asing,,,”
Anak Buah Tanggap
Seorang manajer bertanya-tanya ketika melihat salah satu karyawannya
yang sedang duduk bengong di balik mejanya. Ia tampak stres berat.
Si manajer kemudian memberi saran, “Tirulah aku. Selama dua minggu
berturut-turut aku pulang lebih awal dari biasanya, dan meminta istriku
untuk memandikanku. Ini benar-benar membantu. Cobalah!”
2 minggu kemudian si manajer melihat karyawannya itu bekerja dengan
riang dan bersemangat.
“Kayaknya saranku berhasil, nih. Bagaimana, Joko?” tanya si manajer.
“Bener, bos!” jawab Joko, “Sungguh luar biasa! Dan ngomong-ngomong,
kamar mandi Bapak keren banget!”
Seperti Bayi
Sepasang keka! sih yang hendak menikah sedang berkencan.
Cewek berbisik pada kekas ihnya, “Sekarang waktunya kita saling jujur
agar kelak kita tidak kecewa.” Cowok mengangguk.
“Sesungguhnya dada saya rata.. seperti papan… kalau kau tidak suka
katakan saja. Kita bisa batalkan rencana pernikahan ini. Saya siap
menghadapinya”, kata cewek.
Cowok dengan lemah lembut menjawab, “Itu tidak masalah. Bagiku seks
bukanlah hal yang penting. Tetapi cinta kasih” Cewek pun lega
mendengarkannya.
“Saya juga perlu mengatakan sesuatu sejujurnya padamu.”, sambut cowok.
Cewek mengangguk tersenyum. “Sesungguhnya ‘anu’ saya seperti bayi…”,
kata cowok.
“Sstt… sudahlah itu tidak soal, bagiku seks bukanlah hal yang penting.
Tetapi cinta kasih.”, sahut cewek. Cowok pun lega mendengarkannya.
Malam pengantin tiba. Cewek mulai membuka baju dan tampaklah dadanya
yang memang… memang… benar-benar rata. Cowok hanya tersenyum
melihatnya. Kemudian cowok mulai membuka celananya sehingga tampaklah
‘anu’nya. Melihat itu cewe! k menjerit dan pingsan.
Setelah siuman si cewek bertanya, “Kau katakan punyamu seperti bayi…?”
“Yah memang seperti bayi, panjang 40 cm dan berat 3 kg”
Terkena Penyakit Cina
Seorang turis Amerika berlibur ke Cina. Ketika di Cina, ia bermain
dengan wanita nakal tanpa memakai kondom.
Seminggu kemudian, ia pulang ke AS dan menemukan alat vitalnya
diselimuti lingkaran-lingkaran warna hijau dan ungu.
Dengan ketakutan ia segera pergi ke dokter.
Dokter yang kebingungan, karena belum pernah melihat hal ini, melakukan
sejumlah tes dan mengatakan bahwa hasil tes akan diketahui dua hari lagi.
Turis tersebut kembali lagi dua hari kemudian dan dokternya berkata:
“Berita buruk. Nama penyakit anda adalah Mongolian VD. Sangat langka dan
hampir tidak pernah terdengar di sini. Kami hanya tahu sangat sedikit
mengenai penyakit ini.”
Si turis kebingungan dan menjawab: “Ya… diapain deh dok, terserah…
pokoknya cepat s! embuh.”
Jawab si dokter, “Maaf, sampai saat ini belum diketahui me tode
penyembuhan yang tepat. Rasanya kami harus mengamputasi alat vital
anda.”
Si turis berteriak ketakutan, “Enak ajah! Nggak boleh! Aku mau cari
doker lain!”
Jawab si dokter: “Yaaa.. terserah, silahkan saja, tapi operasi amputasi
adalah jalan satu-satunya.”
Maka besoknya si turis mencari dokter Cina, dengan harapan setidaknya
dia tahu sesuatu mengenai penyakit ini.
Si dokter Cina memeriksanya dan berkata “Penyakit anda langka looo, ini
namanya Mongolian VD, aaaa.”
Si turis kesal dan menjawab: “Iya.. saya tahu, tapi apa bisa
disembuhkan? Dokter Amerika kemarin bilang kalau satu-satunya cara
dioperasi dan diamputasi, bener nggak sih?”
Dokter Cina itu tertawa dan menggelengkan kepala, “Aiyaaa.. doktel
Amelika wodoh aaaa… selalu pingin bikin duit, aaa…. opelasi sini,
opelasi sana… nggak pellu opelasi ooo,…!” Si turis bahagia
“Waaaaaa… untung…. untung….”
“Nggak usah takut laaa… tunggu dua ming! gu, nanti juga putus sendili
ooo, nggak pellu bayal-bayal buat opelasi….”
Balas Dendam
Seorang gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar…
“Permisi, boleh saya mentraktir anda minum?”, tawar seorang laki2x muda
menghampirinya.
“Apa? Ke hotel?”, teriak si gadis.
“Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minuman……”
“Kau meminta aku menemanimu ke hotel?”, teriak si gadis lebih keras.
Merasa ditolak, dengan perasaan malu, laki-laki muda itu beringsut dan
duduk di sudut ruangan.
Semua orang di bar menatap laki-laki itu dengan sinis dan mencibir.
Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu.
“Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang
mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di
situasi yang tidak dikehendakinya.”
Si laki-laki menatap dengan tampang dingin.
Kemudian berteriak dengan amat kerasnya, “Berapa? Dua ratus ribu?! ?!!!”
???????!!!!!!!